MEDINI AGRO Tourism

Posted on by ERA CEWEK UAYOE

It is located not far from Gonoharjo hot water springs, there are Medini and Promosan tea plantation. The phenomenon is fascinating and very beautiful. Every morning the visitors can see many beautiful female workers plucking tea leaves besides enjoy the fresh and cool mountainous air.

Another Agro tourism are coffee plantation in Sukomangli also rubber plantation in Merbuh. These location is often visited by Japanese and Dutch tourist.





[sumber:http://www.indonesia.go.id]

Read More - MEDINI AGRO Tourism

pemandian air panas gonoharjo Kendal

Posted on by ERA CEWEK UAYOE
Kali ini saya ingin bagi - bagi info tempat untuk event Tahun Baru 2009 kemaren. Kali ini di Pemandian Air Panas Citra Asri Gonohorjo, Ngelimut, Kota Kendal, kaki gunung Ungaran. Sebuah tempat yang sangat menarik dan menyenangkan. Di dukung suasana yang tenang, dingin tapi sejuk, konsep tempat yang menarik sangatlah cocok untuk liburan keluarga.

Kelebihan dari tempat ini adalah fasilitasnya lengkap banget dan suasana yang mendukung. Tetapi kekurangan ada juga, yakni transportasi yang susah, karena yang saya tahu disini jarang ada angkutan umum,kecuali kalo anda bawa kendaraan pribadi loh. lalu menu makanan tidak komplid atau bisa disebut standart aja.
Bagi yang belum pernah kesana sambutan pertama adalah pintu gerbang yang mempunyai corak warna yang aneka ragam setelah itu anda akan merasakan alam yang natural begitu masuk kedalam.Oh iya, dipintu masuk kita harus merogoh kocek untuk tiketnya yakni orang dewasa Rp.7.500,- sedangkan untuk anak - anak Rp. 5.000,-.

Dari pintu masuk gerbang, ke arah kiri kita bisa menjumpai 1 buah kolam yang lumayan besar, 1 buah kolam kecil dengan model Jacuzzi dan satu lagi kolam yang berbentuk melingkar yang baru di bangun. di kolam ini adalah ciri khas dari tempat wisata ini, yakni pemandian air panas belerang. Menurut info yang saya dapatkan, air terasa panas tergantung dari musimnya, bilamana musim panas maka air akan terasa panas, begitu sebaliknya bila musim dingin, air nya tidak begitu. Dan satu lagi ada kolam renang seperti di kota besar lainnya. Cukup luas dan dalam, walaupun tidak begitu dalam tetapi lumayanlah buat yang hobi renang dengan air yang bersih.

Oke … sekarang kita menuju sebuah rumah dalam bentuk cafe. Di sini kita bisa pesan berbagai macam makanan dan minuman, bagi yang merasa kehausan bisa kesini aja deh. Menu yang ditawarkan tidak begitu istimewa. Karena tidak di konsepkan untuk cafe, melainkan untuk keluarga. Lalu ada tempat permainan anak2 disebelah utara semacam ayunan, ada juga nih rumah panggung disebelah barat ( semoga tidak salah arah nya ) bagi yang pengen lesehan, rumah kaca untuk tanamana, out bond bagi yang suka dengan penawaran permainan flying fox, tempat pemancingan dan fasilitas makan serta kebun binatang kecil.

Disini juga ditawarkan pondok untuk menginap hum … bisa disebut dengan villa. Dengan model rumah joglo ada pula yang berbentuk rumah panggung. Waktu pesta tahun baru kemaren, saya sempat menanyakan ke petugas yang lagi jaga.Paket yang disediakan sudah termasuk sarapan pagi.Berikut daftar harga untuk villa nya antara lain :

1. Paket Lombok, max 15 orang dengan harga sekitar Rp.50.000,- ( lupa harganya)

2. Paket Bali dengan 2 lantai, max 4 orang dengan harga Rp. 375.000, -

3. Paket Adat Jawa, max 4 orang dengan harga Rp. 275.000,-

4. Untuk yang ini VIP punya, dengan paket Joglo Kendal, max 6 orang deh dengan harga Rp. 650.000,-

Nah bagi anda yang berminat segera aja deh kesini, lumayan buat liburan keluarga dengan suasana alam yang segar karena jauh dari kota. Pemandangan yang asri dan sejuk serta alam perdesaan yang kental. Well … segitu aja deh infonya … untuk foto - fotonya saya ambil dari search engine. Dikarenakan saya datang waktu itu pada malam hari jadi ga bisa. Karena pake handphone …
Di lereng gunung Ungaran mempunyai potensi wisata yg bisa di nikmati, di
antaranya Candi gedong songo, wana wisata semirang,pemandian umum
siwarak, dan yang terbaru adalah Citra Asri di daerah limut gonoharjo
kec limbangan kab kendal

Di daerah ini wisata yg di tawarkan adalah pemandian air panas.
anda bisa kungkum di kolam atau mandi di pancuran yg di tata dgn rapi.
sebagai wisata yg belum terkenal daerah ini masih alami.
bagi warga perkotaan tempat ini sangat cocok untuk berliburan, karna suasananya damai , sejuk, ga sumpek.
Tempat yang tepat buat warga perkotaan untuk beristirahat yg lelah karna
kebisingan dan kesibukan. bahkan sangat tepat untuk wisata spiritual,
wisata semedi seperti yang berkembang pesat di bali saat ini.



FASILITAS:

tersedia pemancingan, kafe,kebun binatang mini, taman bunga,kolam renag
air panas,kolam renang air dingin, arena bermain anak anak dan lain
lain.

Bagi yang mau berpetualang lain lagi yg di tawarkan.
anda bisa mendaki ke puncak ungaran, kemah di sela sela pinus, dan tentunya ada juga camping ground.

Di tengah tengah perjalan ke puncak gunung anda jga bisa mampir ke goa jepang.
Bagi yg pingin menyendiri di sini jga sangat cocok untuk datang ke tempat ini.
karna di sediakan rumah bengong dan rumah jineng (lumbung) khas bali
sebuah rumah panggung dua lantai

Fasilitas penginapan ini bisa di sewa.

Di lantai bawah bisa untuk ruang keluarga, sedangkan yg di atas bisa untuk meditasi.
Bagi yang ingin bermalam di sini jga di sediakan hotel dan villa.
Hotel jelita, hotel melati, dan lain lain.

Untuk datang ke tempat ini sebaik nya berangkat pada pagi hari, karna di
lokasi yg memiliki yang memiliki ketinggian sekitar 300-400 meter di
atas permukaan air laut ini memiliki udara yg sangat segar, angin yg
berhembus semilir. jika datang pada pagi hari, sampai lokasi
matahari akan menghangatkan tubuh, selain itu kita bisa menyaksikan
pemandangan alam dari atas bukit. jam 07.00 hinga jam 14.00

Untuk mencapai daerah ini . dari semarang sekitar 1 jam perjalanan dari pertigaan pasar jrakah semarang (jalan pantura) melalui rute
semarang-mijen-cangkiran-ngabean-gonoharjo.jika dari jogja magelang
bisa melalui rute secang-ambarawa-bandungan .trus di lanjutkan melalui
rute bandungan - sumowono-limbangan-gonoharjo.

untuk map bisa di lihat di sini:
http://www.traveljournals.net/explore/indonesia/map/p9151705/nglimut.htm








[sumber:http://dhimaz22.blog.friendster.com,http://omdimas.com dan berbagai sumber]
Read More - pemandian air panas gonoharjo Kendal

Seni Untuk Tolak Bala – Srandul

Posted on by ERA CEWEK UAYOE
Di dukuh Semanding kampung terpencil berjarak hanya 1,5 kilometer perbatasan Kabupaten Temanggung-Kendal atau persisnya di Desa Kedungboto, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah terdapat perkumpulan kesenian tradisional Srandul.

Bagi masyarakat dukuh Semanding, tari srandul adalah tarian magis yang ditarikan malam hari untuk mengusir pagebluk (wabah penyakit atau hantu). Tari Srandul yang hampir punah itu adalah tarian untuk tolak bala yang lazim dimainkan orang desa apabila daerahnya mengalami kekeringan yang sangat dahsyat atau munculnya /pagebluk/ (wabah penyakit yang mematikan).

Tarian Srandul biasanya dimainkan delapan penari di bawah cahaya obor. Seluruh alat musik pengiringnya terbuat dari bambu.


* Diolah dari sajian Kompas

[sumber: http://bumisegoro.wordpress.com/category/seni-budaya dan berbagai sumber]

Read More - Seni Untuk Tolak Bala – Srandul

Pulsa Dari Dynasis

Posted on by ERA CEWEK UAYOE

Dapatkan Pulsa dari Dynasis
Read More - Pulsa Dari Dynasis

Goa Kiskendo

Posted on by ERA CEWEK UAYOE
Gua Kiskendo yang berada di Desa Trayu, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, sampai saat ini masih menjadi salah satu di antara beberapa andalan objek wisata alam Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

“Kebanyakan wisatawan yang berkunjung ke objek wisata ini kaum muda, namun pada libur panjang Lebaran kemarin wisatawan keluarga juga banyak yang datang ke objek wisata ini,” kata Mularsih, pemandu wisata dari Singorojo di Kendal, Selasa.

Ketika dihubungi dari Semarang, ia mengatakan, wisatawan yang datang ke objek wisata ini banyak yang menggunakan kendaraan pribadi maupun bus pariwisata.

Gua yang ada di perbukitan Desa Trayu berjarak 15 km ke arah selatan kota Kendal ini merupakan objek wisata alam berhawa sejuk dengan pemandangan alam yang indah, terbentuk selama berabad-abad akibat tetesan air.

“Karena itu tidak mengherankan di gua ini terdapat susunan batu kapur berbentuk kerucut berdiri tegak di lantai gua (stalagmit) maupun batangan kapur yang terdapat pada langit-langit dengan ujung meruncing ke bawah (stalaktit),” katanya.

Pada ujung gua ini terdapat sebuah sungai yang mengalir menembus perut bumi.
Di dalam gua ini ada larangan wisatawan/pengunjung gua tersebut tidak boleh mandi di sungai itu. “Namun, pada saat air sungai tidak pasang banyak juga warga sekitar gua ini mandi di sungai yang airnya terasa sejuk dan menyegarkan itu,” katanya.

Selain gua Kiskendo, di sekitarnya juga terdapat gua-gua kecil seperti gua Lawang, Pertapaan, Tulangan, Kempul, dan Kampret
(sumber:http://panutwidodo.wordpress.com)
Read More - Goa Kiskendo

Pantai Sendang Sikucing

Posted on by ERA CEWEK UAYOE
Bila pengunjung menghendaki menikmati keindahan terbit dan tenggelamnya matahari. Pantai Sendang si kucing adalah tempatnya, pantai ini telah dimeriahkan dengan adanya pentas limba-limba dan berbagai sarana lain seperti rumah makan terapung, panggung terbuka perahu tradisional dan becak air bagi anak dan keluarga untuk disewakan.
(sumber:http://panutwidodo.wordpress.com)
Read More - Pantai Sendang Sikucing

Pantai Jomblom

Posted on by ERA CEWEK UAYOE

Obyek wisata Pantai Jomblom, Cepiring beberapa tahun yang silam, pernah menjadi salah satu obyek wisata bahari andalan. Pantainya cukup datar dan akses jalan meuju kesana sudah beraspal sehingga sangat mudah dijangkau, karena kendaraan umum maupun pribadi sampai ke lokasi jaraknya 10 kilometer dari kota Kendal lewat kota Cepiring, membuat siapa saja bisa mengunjungi tempat wisata ini. Berlayar, berenang dan kegiatan lain seperti permainan bola volley pantai dapat dilakukan di pantai yang landai ini. Tidak mengherankan perekonomian rakyat disini sempat bergairah. Warga setempat banyak yang menjadi penjaja makanan dan minuman. Pintu gerbang menuju pantai boleh dibilang unik dan indah.

Di samping itu keindahan alam dan tiupan angin pantai nan lembut serta pemandangan matahari terbit dan tenggelam dapat pula disaksikan pada pagi dan senja hari sembari menikmati kesegaran udara pantai. Untuk mengembalikan keera keemasannya seperti dulu, Pantai Jomblom memang masih memerlukan sentuhan investor baru.

JOMBLOM beach

The beach is easily cached by publics or private vehicles until to the point of interest, it caused by the road has been developed, other hand this location as a daily formal route transportation. Located at Korowelang Anyar village, Cepiring sub district or only 10 kilometers from Kendal City, everyone could be coming these. Sailing, swimming and sun bathing are activities could be done by visitors. Good facilities have been prepare as like lavatory, shelter, parking area and other structure and infrastructure.
Only 15 kilometers to the south of Kendal City via Kaliwungu, exactly at Trayu village. The location is very easy to reach. After tracking, visitor begin entering the mouth of cave, there are some little caves and river inside. This is the suitable place for the rock climbers to do their hobby.
(sumber:http://www.kabupaten-kendal.go.id)
Read More - Pantai Jomblom

Keindahan Wisata Di Curug Sewu Kendal

Posted on by ERA CEWEK UAYOE
Keindahan alam di tempat wisata Curug Sewu Kendal memang sangat menakjubkan. Panorama Alam dengan menitikberatkan pada keindahan air terjun bertingkat, memang agak jarang ditemukan, yang umum adalah air terjun yang mempertontonkan ketinggian yang turun ke bawah. Curug Sewu sekarang ini memang perlu adanya pembenahan di sana sini. Pembenahan ini terutama pada jalan menuju ke dasar bawah tempat untuk melihat keindahannya secara maksimal. Kemudian yang perlu dibenahi adalah tempat hiburan yang ada di sekitarnya yang dapat menunjang ketertarikan wisatawan untuk mengunjunginya. Yah, memang kalau menginginkan yang lebih baik seharusnya perawatan terhadap tempat dan prasaranya itu harus benar-benar diperhatikan, sehingga nantinya tidak berakibat adanya perbaikan yang membutuhkan biaya yang sangat besar. Penulis di sini hanya menyayangkan apabila kelestarian alam ini disepelekan, baik itu dari pemerintah daerah maupun masyarakat yang ada disekitarnya. Semoga saja kesadaran ini mulai tumbuh dari sekarang, sehingga keindahan alam ini bisa terjaga dan tetap lestari selamanya.
(sumber:http://artkimianto.blogspot.com)
Read More - Keindahan Wisata Di Curug Sewu Kendal

Kampoeng Djowo yang Modern di Sekatul

Posted on by ERA CEWEK UAYOE
Republika, 14 Februari 2009


Nuansanya pedesaan. Penerangan hanya obor, tak ada televisi, tapi bisa akses internet. Gemercik air sungai yang mengalir dari celah perbukitan hijau mengiringi aktivitas perdesaan yang tengah bergegas. Petani, lenguhan kerbau, dan ayunan pacul di persawahan, kicau burung yang bersahutan, menambah semarak suasana di awal hari.

Mentari masih muda, saat sinarnya menembus kabut tipis yang menyelimuti halaman sebuah perkampungan Jawa nan asri. Embun di hamparan rumput hijau pun mulai menguap lamat-lamat sembari menebar aroma segarnya bau tanah basah yang khas. Menikmati pagi dari pendopo joglo uzur yang belum kehilangan kokohnya, kian memberi kedamaian dan kesejukan hati. Pas untuk sejenak menyingkirkan penat akibat rutinitas dan hiruk-pikuk kota yang membelenggu.

Suasana itu akan didapat di Kampoeng Djowo yang berada di Dukuh Sekatul, Desa Margosari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Menempati lahan sekitar 12 hektare, tepat di kaki Gunung Ungaran, objek wisata ini memiliki panorama alam yang indah. Perbukitan Medini yang berhawa sejuk dengan hamparan kebun teh mengelilingi kompleks ini.

Akses

Untuk menuju Kampoeng Djowo di Sekatul ini bisa ditempuh 30 menit dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum kurang satu jam: Baik dari kota Semarang maupun Ungaran, ibu kota Kabupaten Semarang. Dari Ungaran bisa ditempuh melalui Karanggeneng, Gunungpati, ke arah Cangkiran. Dari jantung kota Semarang, objek ini bisa diakses melalui Tugumuda ke arah Pasar Jrakah, Mijen, dan terminal Cangkiran. Papan penunjuk arah di terminal ini sangat jelas memandu perjalanan menuju Sekatul yang tinggal menyisakan tiga kilometer lagi.

Dari Kendal, objek ini bisa diakses melalui Kaliwungu dengan waktu tempuh yang tak jauh berbeda melalui jalan berkelok, hutan jati wilayah KPH Kendal, PT Perkebunan Nusantara Merbuh, Boja, dan jalan utama menuju pemandian air hangat Gonoharjo.

Menurut Winky, salah sorang staf Kampoeng Djowo, dengan tarif masuk hanya Rp 2.000 (pelajar) dan Rp 3.000 (umum) pengunnung bisa melihat rumah enam joglo besar berikut isinya yang antik. Mulai dari pernak-pernik, hiasan, ornamen, ukiran, hingga furnitur khas Jawa klasik yang masih terawat rapi.

Ada Ndalem Bagan, Ndalem Bonokeling, Ndalem Joyokusumo, Ndalem Jayengan, Ndalem Gethuk, dan Ndalem Saridin. "Keenam joglo ini bisa disewakan sebagai ruang dhahar (makan), rumah singgah, tempat resepsi perkawinan, seminar, serta gardu pandang," jelas Winky. Biaya menginap di sini Rp 75 ribu per orang per malam untuk orang dewasa. Untuk anak-anak dikenakan tarif Rp 50 ribu per anak per malam.

Khusus di Ndalem Gethuk, ada delapan kamar dengan tarif Rp 350 ribu per bed per malam. Meski dilengkapi shower dan kloset, kamar mandi tetap ditata dengan nuansa Jawa klasik. "Seperti lantai dari batu alam dan bak dari gerabah," jelas Winky. Nuansa pedesaan Jawa akan sangat kental jika bermalam di Kampoeng Djowo ini. Tak ada gemerlap lampu merkuri dan sejenak lupakan televisi. Namun, tersedia beberapa tempat hot spot untuk mengakses internet.

Sebagai penerang, di sudut-sudut kampung dinyalakan api di atas tungku dengan bahan bakar minyak tanah atau jajaran oncor (obor) penerang jalan utama. Hanya suara gamelan atau siteran yang mengalun lembut mengiringi sinden dari panggung Madugondo yang berhadapan dengan Ndalem Bagan. Konon, perangkat gamelan ini salah satu peninggalan Sunan Kalijaga.

Selain lima joglo besar dan satu limasan, juga disediakan belasan bale kecil untuk istirahat usai berkeliling menikmati panorama Kampoeng Djowo. Di sini pengunjung bisa menyantap aneka kuliner khas Jawa yang mengundang selera, seperti yang dipesan. Ada aneka pepes, ikan bakar, nasi goreng jowo, salad jowo, gudangan (urapan), dan lainnya. Tersedia beragam paket pesanan untuk kelompok besar maupun kecil dengan harga yang terjangkau.

Wisata edukasi

Tak sekadar menawarkan keunikan bangunan klasik dan semua yang berbau Jawa, Kampoeng Djowo Sekatul juga menawarkan wisata agro bernuansa pedesaan yang tak kalah menarik. Hamparan sawah, budidaya tanaman obat, bunga hias, perkebunan vanili dan strawbery segar yang bisa dipetik langsung, budidaya buah-buahan, serta arena pemancingan.

Untuk 'si upik' dan 'si buyung' ada kolam renang alam dan sejumlah paket permainan mendidik yang berorientasi pada kekuatan interaksi umat dengan alam pedesaan. Di antaranya ada permainan edukasi seperti memandikan kerbau, membajak sawah, menanam padi, bertanam strawbery, membuat gerabah, dan melukis caping.

Untuk uji keberanian, disediakan pula permainan tali meliputi flying fox, spider webb, burma crosser, serta jembatan ayun yang digabung dalam arena outbond. Untuk wisata edukasi ditawarkan paket pembuatan gula jawa serta pembuatan tahu dan tempe. "Kampoeng Djowo Sekatul juga dilengkapi fasilitas area perkemahan serta fasilitas pesta kebun," jelas Winky.

Aset Wisata Sejarah dan Arsitektur

Menurut penggagas sekaligus pemiliknya --ungkap Humas Kampoeng Djowo Sekatul, Elly Rusmilawati-- Kampoeng Djowo bukan sekadar menyuguhkan joglo klasik yang unik dan masih terpelihara keasliannya. Keberadaan Kampung Djowo merupakan bukti kesetiaan pemilik, KPH Herry Djojonegoro, pada sejarah sekaligus upaya untuk nguri-uri ( melestarikan) kebudayaan Jawa.

Adalah Wangsa Sanjaya yang memerintahkan para empu membangun Candi Gedongsongo dan Candi Prumasan. Dan, Sekatul kala itu adalah tempat persinggahan. Saat akan menyerang Belanda di Batavia, Sultan Agung juga menjadikan daerah di sekitar Sekatul ini sebagai tempat untuk membahas strategi perangnya. "Sehingga tanah ini dinamakan 'Limbangan'. Karena merupakan tempat untuk mempertimbangkan strategi penyerangan," ungkap Elly.

Joglo Lanang, bangunan yang didirikan paling awal (1999), merupakan eks-pendopo Kadipaten Mbagan, di Lasem. Bangunan yang dibuat sekitar abad ke-15 ini kini 'disulap' menjadi Ndalem Bagan. Bangunan kedua adalah rumah Wadon, melengkapi joglo Lanang didirikan pada 2000. Bangunan limasan ini merupakan rumah yang diambil dari bekas rumah Mpu Baradha (abad X). Bangunan yang diambil dari perbatasan Blora dengan Ngawi --tepatnya di Desa Tlogo Tuwung, dukuh Nogososro, ini-- diberi tetenger Ndalem Baradha.

Pada 2005, khasanah joglo yang dimiliki Kampoeng Djowo ini bertambah lagi dengan didirikannya Sasono Hondrowino (joglo pandang). Bangunan antik yang diambil dari kawasan Pati ini merupakan joglo yang dibuat pada masa Adipati Djoyo Kusumo, dan di Kampung Djowo menjadi Ndalem Djoyo Kusumo.

Tahun 2003 didirikan joglo untuk perenungan (semedi) yang ditemukan di Desa Tubanan, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Keunikan joglo ini pembuatannya dilakukan 300 tahun lalu tanpa menggunakan tatah (alat pahat). Tapi, menggunakan pethel (kapak kecil), sehingga membutuhkan kesabaran dan ketelitian dalam pengerjaannya. Maka, ukiran dan detail bangunan menjadi sangat khas. "Bangunan ini dinamakan Ndalem Bonokeling," jelas Elly.

Yang Khas dari Kampoeng Djowo

Sesaat setelah hadir, tak hanya keramahan yang menyambut. Ada satu minuman hangat penyapa kedatangan para pengunjung. Penyaji di Kampoeng Djowo menyebutnya 'jahe ceng'. Minuman penghangat badan berbahan dasar jahe, kapulogo, dan rempah-rempah ini memiliki rasa yang khas. Pas sebagai penghangat untuk melawan udara dingin lereng pegunungan.

Antony, salah seorang pengunjung dari Tuban mengakui aroma dan rasa minuman ini berbeda dengan minuman berbahan jahe lainnya. "Kombinsi jahe yang tak terlalu kuat dan rasa kapulogo yang mantap dan sedikit rasa gula jawa menjadikan minuman ini segar untuk diseruput," ujarnya.

Di toko kesenian Kampoeng Djowo bisa dijumpai bermacam kerajinan yang khas. Ada mainan anak tradisional yang hampir punah, hiasan pajang, batik, hingga aksesoris kecantikan bernuansa Jawa. Termasuk pula aneka macam buah tangan berupa makanan khas Sekatul, seperti rambak sapi, keripik kacang hijau (tumpi), serta keripik nagka. "Kebetulan Sekatul ini merupakan sentra penghasil nangka di Kabupaten Kendal," ungkap Winky. (bowo pribadi)
(sumber:http://mataharikumerah.multiply.com)
Read More - Kampoeng Djowo yang Modern di Sekatul